Program magang dosen adalah salah satu program unggulan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dan mendorong pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dosen, adalah SDM perguruan tinggi yang memiliki peran yang sangat sentral dalam semua aktivitas di perguruan tinggi. Dalam menghadapi situasi di masa yang akan datang, seorang dosen bukan hanya dituntut pakar dalam bidang kajian ilmunya (mengajarkan, meneliti, dan mengabdikannya kepada masyarakat) tetapi juga dituntut untuk mampu berkomunikasi (verbal dan tulisan); mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT); memiliki jejaring yang luas; peka terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi di dunia luar, dan bersikap outward looking. Dosen juga dituntut untuk memiliki karakter 4Cs (Critical Thinking/Problem Solving, Creativity, Communication dan Collaboration). Fakta di lapangan menunjukkan bahwa dosen dengan kualifikasi tersebut sangat jarang dan umumnya hanya terkonsentrasi di beberapa perguruan tinggi tertentu saja, terutama di perguruan tinggi unggul di Indonesia. Untuk menekan disparitas kualitas, baik antara dosen peserta magang dan dosen senior maupun antara perguruan tinggi maju dan sedang berkembang, diperlukan adanya upaya yang nyata. Program ini adalah salahsatu solusi dari kondisi tersebut. Pada tahun ini terdapat 8 PTN sebagai Pembina dosen magang yaitu: Institut Pertanian Bogor, Institu Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Pendidikan Indonesia. Dari 670 pendaftar Kemendikbud meloloskan sebanyak 200 dosen sebagai peserta magang yang akan ditempatkan di delapan perguruan tinggi pembina. Setiap perguruan tinggi tersebut, menerima masing-masing sebanyak 25 dosen magang dari berbagai kampus yang ada di Indonesia. Alhamdulillah, sesuatu yang membanggakan sebanyak 4 orang dosen dari STIKes Alifah diberi kesempatan belajar dari Universitas Pembina tersebut. Mereka adalah Radian Ilmaskal, MPH magang di Universitas Padjadjaran, Meyi Yanti, MKM, Ns. Edo Gusdiansyah, M. Kep dan Ns. Febry Handiny, MKM berkesempatan magang di Universitas Airlangga. Kegiatan magang direncanakan akan dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring) namun karena situasi pandemi COVID-19 masih tinggi akhirnya diputuskan untuk dilaksanakan full daring selama 4 bulan. Mulai Agustus-November 2021. Satu hal lagi yang membanggakan adalah diamanahkannya Radian Ilmaskal sebagai ketua peserta magang di Unpad dan Edo Gusdiansyah Sekretaris di Unair. Semoga peserta dosen magang bisa fokus meningkatkan kompetensinya dan nantik bisa memberikan kontribusi positif dalam memajukan dan meningkatkan kualitas implementasi Tridarma Perguruan Tinggi di kampusnya masing-masing.